<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: TTUN, Perlukah ?*</title>
	<atom:link href="http://irmadevita.com/2007/ttun-perlukah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irmadevita.com/2007/ttun-perlukah</link>
	<description>Info Kenotariatan dan Pertanahan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Nov 2009 00:40:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Luki</title>
		<link>http://irmadevita.com/2007/ttun-perlukah/comment-page-1#comment-267</link>
		<dc:creator>Luki</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jan 2008 15:50:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irmadevita.com/2007/12/19/ttun-perlukah/#comment-267</guid>
		<description>Walaikumsalam mbak Lala..
Mohon maaf jawabnya agak lama karena kesibukan kepindahan saya dari Melbourne ke Jakarta. Semoga tidak mengecewakan mbak Lala..

Beberapa Bank Syariah menggunakan SPRP sebagai media penarikan dananya dengan mengacu kepada akad murabahahnya. Namun perlu diingat, bahwa didalam akad Murabahah itu sendiri mengandung skim wakalah dimana terdapat pasal khusus yg mengatur kuasa dari nasabah kepada Bank untuk membeli atau menyediakan barang yg diinginkan nasabah.

Idealnya memang antara akad wakalah dan akad murabahah dibuat terpisah. Sehingga SPRP dapat mengacu kepada akad wakalah. Namun dgn pertimbangan ekonomis dan efisiensi, bank syariah lebih suka memasukan skim wakalah menjadi bagian dari akad murabahah. 

Semoga dengan penjelasan ini mbak lala tdk menjadi bingung.

Luki</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><span class='eg-image' style='float:right; margin-left:10px; display:block; width:50px' ><img src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=308e05c9191cf2ef39e324ffdcba8e87&amp;size=50&amp;rating=G&amp;default=http%3A%2F%2Fwww.irmadevita.com%2Fimages%2Favatar.jpeg' width='50' height='50' alt='' /></span>Walaikumsalam mbak Lala..<br />
Mohon maaf jawabnya agak lama karena kesibukan kepindahan saya dari Melbourne ke Jakarta. Semoga tidak mengecewakan mbak Lala..</p>
<p>Beberapa Bank Syariah menggunakan SPRP sebagai media penarikan dananya dengan mengacu kepada akad murabahahnya. Namun perlu diingat, bahwa didalam akad Murabahah itu sendiri mengandung skim wakalah dimana terdapat pasal khusus yg mengatur kuasa dari nasabah kepada Bank untuk membeli atau menyediakan barang yg diinginkan nasabah.</p>
<p>Idealnya memang antara akad wakalah dan akad murabahah dibuat terpisah. Sehingga SPRP dapat mengacu kepada akad wakalah. Namun dgn pertimbangan ekonomis dan efisiensi, bank syariah lebih suka memasukan skim wakalah menjadi bagian dari akad murabahah. </p>
<p>Semoga dengan penjelasan ini mbak lala tdk menjadi bingung.</p>
<p>Luki</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lala</title>
		<link>http://irmadevita.com/2007/ttun-perlukah/comment-page-1#comment-211</link>
		<dc:creator>lala</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 04:44:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irmadevita.com/2007/12/19/ttun-perlukah/#comment-211</guid>
		<description>Assalamu alaikum pak lukita...
Semoga kita Semua selalu terjaga dalam Pagar Syariah.
Senang sekali membaca tulisan2 bapak ttg Perbankan Syariah.kalau bisa nti dibukukan pak.Saya Sepakat jika TTUN itu media yang masih diperlukan dalam akad wakalaH.Dalam hal ini pencairan dana dari Bank ke Nasabah (bank memberi kuasa ke nasabah untuk membeli barang) dasarnya adalah Akad Wakalah. Sedangkan Akad Murabahnya Sendiri dalam hal ini perpisah. yang sedikit membingungkan saya pak.. bagaimana dengan adanya Surat Permohonan Realisasi pembiayaan (SPRP) dimana dalam Surat permohonan Tersebut  Nasabah memohon kepada Bank untuk mencairkan sejumlah dana kepada Nasabah untuk membeli barang.Dasar dari SPRP tersebut adalah akad Murabahahnya, bukan mengaju pada Akad Wakalah..
Mohon Penjelasan Dari Bapak

Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><span class='eg-image' style='float:right; margin-left:10px; display:block; width:50px' ><img src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=859588b10d879e2a6b00da84950a85c2&amp;size=50&amp;rating=G&amp;default=http%3A%2F%2Fwww.irmadevita.com%2Fimages%2Favatar.jpeg' width='50' height='50' alt='' /></span>Assalamu alaikum pak lukita&#8230;<br />
Semoga kita Semua selalu terjaga dalam Pagar Syariah.<br />
Senang sekali membaca tulisan2 bapak ttg Perbankan Syariah.kalau bisa nti dibukukan pak.Saya Sepakat jika TTUN itu media yang masih diperlukan dalam akad wakalaH.Dalam hal ini pencairan dana dari Bank ke Nasabah (bank memberi kuasa ke nasabah untuk membeli barang) dasarnya adalah Akad Wakalah. Sedangkan Akad Murabahnya Sendiri dalam hal ini perpisah. yang sedikit membingungkan saya pak.. bagaimana dengan adanya Surat Permohonan Realisasi pembiayaan (SPRP) dimana dalam Surat permohonan Tersebut  Nasabah memohon kepada Bank untuk mencairkan sejumlah dana kepada Nasabah untuk membeli barang.Dasar dari SPRP tersebut adalah akad Murabahahnya, bukan mengaju pada Akad Wakalah..<br />
Mohon Penjelasan Dari Bapak</p>
<p>Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anggara</title>
		<link>http://irmadevita.com/2007/ttun-perlukah/comment-page-1#comment-184</link>
		<dc:creator>Anggara</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 06:39:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irmadevita.com/2007/12/19/ttun-perlukah/#comment-184</guid>
		<description>saya kagum dengan tulisan bapak mengenai Islamic Finance, hanya bisakah istilah-istilah dalam bahasa Arab itu di terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, soalnya saya lagi tertarik mempejari aspek-apek hukum ekonomi syariah. Dan bisakah saya berkirim email ke bapak?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><span class='eg-image' style='float:right; margin-left:10px; display:block; width:50px' ><a rel='external nofollow' href='http://anggara.wordpress.com'><img src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=68472c73c8581d5870d8ecffd3bb60ac&amp;size=50&amp;rating=G&amp;default=http%3A%2F%2Fwww.irmadevita.com%2Fimages%2Favatar.jpeg' width='50' height='50' alt='' /></a></span>saya kagum dengan tulisan bapak mengenai Islamic Finance, hanya bisakah istilah-istilah dalam bahasa Arab itu di terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, soalnya saya lagi tertarik mempejari aspek-apek hukum ekonomi syariah. Dan bisakah saya berkirim email ke bapak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
