<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Aturan Main Dirubah Biar Menang</title>
	<atom:link href="http://irmadevita.com/2008/aturan-main-dirubah-biar-menang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irmadevita.com/2008/aturan-main-dirubah-biar-menang</link>
	<description>Info Kenotariatan dan Pertanahan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Nov 2009 00:40:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Nick</title>
		<link>http://irmadevita.com/2008/aturan-main-dirubah-biar-menang/comment-page-1#comment-1747</link>
		<dc:creator>Nick</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 15:41:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irmadevita.com/2008/06/26/aturan-main-dirubah-biar-menang/#comment-1747</guid>
		<description>soal aturan main dirubah bisa menang. hal ini mengingatkan  saya pada jual beli kotoran ternak yang hukumnya haram, bisa menjadi halal dengan merubah sebutannya dari harga jual kotoran ternak menjadi upah mengumpulan kotoran ternak. Nah kalau sudah begini siapa lagi yang akan bilang haram.....hehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><span class='eg-image' style='float:right; margin-left:10px; display:block; width:50px' ><img src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=c5d79254e438bb82058b40888aefdb08&amp;size=50&amp;rating=G&amp;default=http%3A%2F%2Fwww.irmadevita.com%2Fimages%2Favatar.jpeg' width='50' height='50' alt='' /></span>soal aturan main dirubah bisa menang. hal ini mengingatkan  saya pada jual beli kotoran ternak yang hukumnya haram, bisa menjadi halal dengan merubah sebutannya dari harga jual kotoran ternak menjadi upah mengumpulan kotoran ternak. Nah kalau sudah begini siapa lagi yang akan bilang haram&#8230;..hehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lukita T Prakasa</title>
		<link>http://irmadevita.com/2008/aturan-main-dirubah-biar-menang/comment-page-1#comment-756</link>
		<dc:creator>Lukita T Prakasa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 01:49:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irmadevita.com/2008/06/26/aturan-main-dirubah-biar-menang/#comment-756</guid>
		<description>Terima kasih buat tanggapan pak Herywan Arifin dan fajrin. Memang perbankan syariah yang ada belum sempurna. Masih ada kekurangan disana sini.Kewajiban kita sebagai muslim untuk terus memperbaiki dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah khususnya perbankan syariah yg sudah ada.

Sebagai muslim saya tetap menganjurkan agar kita menggunakan layanan perbankan syariah walau tidak secanggih bank2 konvensional yg sudah ada. Tentunya harga sebuah keimanan jauh lebih tinggi dari rasa kenyamanan yg kita terima. 

Pertentangan syariah, setengah syariah atau tidak syariah yg ditujukan kepada Bank syariah yg ada juga sebaiknya dihentikan. Ini hanya akan memperkecil upaya-upaya bagi pihak2 yang ingin mengembangkan ekonomi syariah.(Buat moderator saya janji akan kirim sebuah artikel teman saya menyangkut tema ini setelah saya minta izin kepada ybs).

Janganlah kita tinggalkan kebaikan kecil yg dilakukan bank syariah dan menjadikan kekurangan yg ada sebagai justifikasi untuk meninggalkannya. 
Sebagai informasi, neraca keuangan UUS Syariah dengan Induknya yg konvensional adalah neraca keuangan yg berbeda. Sehingga tdk akan ada pencampuran antara transaksi halal yg dilakukan UUS dengan transaksi Bank Induk yg konvensional. Sedangkan untuk penempatan dana bank syariah yg diinvestasikan di bank konvensional akan diakui sebagai pendapatan non halal yg hanya digunakan untuk kegiatan2 sosial dan ini tdk dapat diakui sebagai pendapatan bank baik pendapatan operasional maupun non operasional. Umumnya ini dilakukan sebagai syarat bagi bank syariah untuk dapat menggunakan fasilitas atau jaringan bank konvensional. Untuk penempatan dana seperti ini, BI, Akuntan Publik dan DPS melakukan pengawasan yg ketat. BI akan memberikan sanksi kepada manajemen apabila pendapatan investasi seperti ini diakui sebagai pendapatan bank syariah. 

Mohon maaf bila tdk berkenan.

Lukita T Prakasa SH MSi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><span class='eg-image' style='float:right; margin-left:10px; display:block; width:50px' ><img src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=308e05c9191cf2ef39e324ffdcba8e87&amp;size=50&amp;rating=G&amp;default=http%3A%2F%2Fwww.irmadevita.com%2Fimages%2Favatar.jpeg' width='50' height='50' alt='' /></span>Terima kasih buat tanggapan pak Herywan Arifin dan fajrin. Memang perbankan syariah yang ada belum sempurna. Masih ada kekurangan disana sini.Kewajiban kita sebagai muslim untuk terus memperbaiki dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah khususnya perbankan syariah yg sudah ada.</p>
<p>Sebagai muslim saya tetap menganjurkan agar kita menggunakan layanan perbankan syariah walau tidak secanggih bank2 konvensional yg sudah ada. Tentunya harga sebuah keimanan jauh lebih tinggi dari rasa kenyamanan yg kita terima. </p>
<p>Pertentangan syariah, setengah syariah atau tidak syariah yg ditujukan kepada Bank syariah yg ada juga sebaiknya dihentikan. Ini hanya akan memperkecil upaya-upaya bagi pihak2 yang ingin mengembangkan ekonomi syariah.(Buat moderator saya janji akan kirim sebuah artikel teman saya menyangkut tema ini setelah saya minta izin kepada ybs).</p>
<p>Janganlah kita tinggalkan kebaikan kecil yg dilakukan bank syariah dan menjadikan kekurangan yg ada sebagai justifikasi untuk meninggalkannya.<br />
Sebagai informasi, neraca keuangan UUS Syariah dengan Induknya yg konvensional adalah neraca keuangan yg berbeda. Sehingga tdk akan ada pencampuran antara transaksi halal yg dilakukan UUS dengan transaksi Bank Induk yg konvensional. Sedangkan untuk penempatan dana bank syariah yg diinvestasikan di bank konvensional akan diakui sebagai pendapatan non halal yg hanya digunakan untuk kegiatan2 sosial dan ini tdk dapat diakui sebagai pendapatan bank baik pendapatan operasional maupun non operasional. Umumnya ini dilakukan sebagai syarat bagi bank syariah untuk dapat menggunakan fasilitas atau jaringan bank konvensional. Untuk penempatan dana seperti ini, BI, Akuntan Publik dan DPS melakukan pengawasan yg ketat. BI akan memberikan sanksi kepada manajemen apabila pendapatan investasi seperti ini diakui sebagai pendapatan bank syariah. </p>
<p>Mohon maaf bila tdk berkenan.</p>
<p>Lukita T Prakasa SH MSi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herywan Arifin</title>
		<link>http://irmadevita.com/2008/aturan-main-dirubah-biar-menang/comment-page-1#comment-741</link>
		<dc:creator>Herywan Arifin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 07:44:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irmadevita.com/2008/06/26/aturan-main-dirubah-biar-menang/#comment-741</guid>
		<description>Mekanisme perbankan syariah di Indonesia kalau mau jujur sebenarnya tidak berbeda jauh dengan mekanisme perbankan syariah yang diterapkan di perbankan negara barat yang nota bene penganut aliran kapitalis murni.

Mereka hanya menganggap sistem perbankan syariah hanya suatu model cara pemasaran.

Di Indonesia juga banyak para pakar bank syariah menganggap asas &quot;masih mending dari pada tidak sama sekali&quot; tentang keberadaan perbankan syariah ini.

Mereka hanya berganti baju dari istilah rate menjadi margin, dst. Sedangkan infrastruktur perbankan syariahnya sendiri masih mengekor pada infrastruktur perbankan konvensional.

Mungkin kita masih ingat instrumen investasi konvesional yang dipergunakan oleh bank syariah, mis : SBI (sekarang sertipikat wadiah)

Sepanjang SPIRIT SYARIAH sendiri tidak dipahami oleh bank syariah, maka cukuplah UUS-UUS didirikan menginduk di bank kanovensional. Ibarat seperti SP NIBA yang menginduk berkantor di kantor bank ybs.

Kenali dulu spirit syariah, jadikan perbankan syariah sebagai alat ibadah sebenarnya berupa pengharaman praktek riba, jangan kemudian ujung-ujungnya konsolidasi keuangannya pun berbaur dengan neraca bank onvensional induknya.

Dalam pengamatan kami, salah satu pioner industri bank syariah di indonesia, masih menginvestasikan dananya di bank konvensional


Semua hanya cara berjualan, mau konvensional silakan, mau syariah (semi konvesional) silakan.
Mungkin suatu saat nanti apabila ada regulator bank sentral syariah dan seluruh perlengkapan investasi syariah baru bisa dikatakan bank syariah berhak menggunakan &quot;cap Halal&quot; oleh instansi yang berwenang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><span class='eg-image' style='float:right; margin-left:10px; display:block; width:50px' ><img src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=572ab7b115818e47d32be7256a788331&amp;size=50&amp;rating=G&amp;default=http%3A%2F%2Fwww.irmadevita.com%2Fimages%2Favatar.jpeg' width='50' height='50' alt='' /></span>Mekanisme perbankan syariah di Indonesia kalau mau jujur sebenarnya tidak berbeda jauh dengan mekanisme perbankan syariah yang diterapkan di perbankan negara barat yang nota bene penganut aliran kapitalis murni.</p>
<p>Mereka hanya menganggap sistem perbankan syariah hanya suatu model cara pemasaran.</p>
<p>Di Indonesia juga banyak para pakar bank syariah menganggap asas &#8220;masih mending dari pada tidak sama sekali&#8221; tentang keberadaan perbankan syariah ini.</p>
<p>Mereka hanya berganti baju dari istilah rate menjadi margin, dst. Sedangkan infrastruktur perbankan syariahnya sendiri masih mengekor pada infrastruktur perbankan konvensional.</p>
<p>Mungkin kita masih ingat instrumen investasi konvesional yang dipergunakan oleh bank syariah, mis : SBI (sekarang sertipikat wadiah)</p>
<p>Sepanjang SPIRIT SYARIAH sendiri tidak dipahami oleh bank syariah, maka cukuplah UUS-UUS didirikan menginduk di bank kanovensional. Ibarat seperti SP NIBA yang menginduk berkantor di kantor bank ybs.</p>
<p>Kenali dulu spirit syariah, jadikan perbankan syariah sebagai alat ibadah sebenarnya berupa pengharaman praktek riba, jangan kemudian ujung-ujungnya konsolidasi keuangannya pun berbaur dengan neraca bank onvensional induknya.</p>
<p>Dalam pengamatan kami, salah satu pioner industri bank syariah di indonesia, masih menginvestasikan dananya di bank konvensional</p>
<p>Semua hanya cara berjualan, mau konvensional silakan, mau syariah (semi konvesional) silakan.<br />
Mungkin suatu saat nanti apabila ada regulator bank sentral syariah dan seluruh perlengkapan investasi syariah baru bisa dikatakan bank syariah berhak menggunakan &#8220;cap Halal&#8221; oleh instansi yang berwenang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fajrin</title>
		<link>http://irmadevita.com/2008/aturan-main-dirubah-biar-menang/comment-page-1#comment-737</link>
		<dc:creator>fajrin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 13:57:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irmadevita.com/2008/06/26/aturan-main-dirubah-biar-menang/#comment-737</guid>
		<description>kalo masalah perang uhud dan RUU perbankan syariah..saya gak komen, tapi kalo tentang perubahan aturan bulu tangkis dengan dugaan adanya perubahan agar si bule (dan negaranya tentunya) memiliki peluang lebih besar bukannya terlalu tendensius..kalo saya sih melihatnya justru hal yg bagus karena bangsa asia(yg merajai bulutangkis) tidak hanya menjadi raja di tanahnya sendiri...bukannya kompetisi itu tujuannya mencari yang terbaik (entah secara fisik atau apapun kriterianya)....gak asik khan kalo yang jadi pemenang itu yang itu2 aja kayak arisan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><span class='eg-image' style='float:right; margin-left:10px; display:block; width:50px' ><a rel='external nofollow' href='http://market-insight.blogspot.com/'><img src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=eb28d15b786541886efa4d6aa2625a8a&amp;size=50&amp;rating=G&amp;default=http%3A%2F%2Fwww.irmadevita.com%2Fimages%2Favatar.jpeg' width='50' height='50' alt='' /></a></span>kalo masalah perang uhud dan RUU perbankan syariah..saya gak komen, tapi kalo tentang perubahan aturan bulu tangkis dengan dugaan adanya perubahan agar si bule (dan negaranya tentunya) memiliki peluang lebih besar bukannya terlalu tendensius..kalo saya sih melihatnya justru hal yg bagus karena bangsa asia(yg merajai bulutangkis) tidak hanya menjadi raja di tanahnya sendiri&#8230;bukannya kompetisi itu tujuannya mencari yang terbaik (entah secara fisik atau apapun kriterianya)&#8230;.gak asik khan kalo yang jadi pemenang itu yang itu2 aja kayak arisan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
