<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Syariah, Setengah Syariah dan Tidak Syariah</title>
	<atom:link href="http://irmadevita.com/2008/syariah-setengah-syariah-dan-tidak-syariah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irmadevita.com/2008/syariah-setengah-syariah-dan-tidak-syariah</link>
	<description>Info Kenotariatan dan Pertanahan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 11:07:30 +0100</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: Lukita T Prakasa</title>
		<link>http://irmadevita.com/2008/syariah-setengah-syariah-dan-tidak-syariah/comment-page-1#comment-8448</link>
		<dc:creator>Lukita T Prakasa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 00:39:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irmadevita.com/2008/07/03/syariah-setengah-syariah-dan-tidak-syariah/#comment-8448</guid>
		<description>Terima kasih buat masukannya mas Bagus,
Bahwa margin syariah terkadang jauh lebih tinggi bunga dari bank konvensional memang terjadi di pasar (tidak semua bank loh). Tapi kalau kita mau sedikit peduli untuk mengetahui kenapa bank syariah melakukan strategi tersebut, maka seharusnya kita sebagai umat muslim ikut membantu perkembangan bank syariah.

Saat ini mayoritas bank syariah belumlah efisien. Bank-bank syariah dipenuhi oleh dana-dana mahal dari deposan-deposan dana pensiun, asuransi syariah dan institusi lain  yang menuntut memperoleh margin yang tinggi. Akibatnya margin pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah menjadi tinggi. Tapi walaupun tinggi jangan dikatakan sebagai riba. Karena halal atau haramnya sesuatu hal, dapat dijelaskan karena zatnya atau prosesnya. Paling tidak proses di bank syariah sudah halal. 

Idealnya kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan oleh bank syariah diperoleh dari dana ritel murah yang diperoleh masyarakat dalam produk tabungan atau deposan tanpa margin khusus. Namun lagi-lagi masyarakat individu kurang tertarik menyimpan dananya di bank syariah karena sedikitnya akses dari bank syariah itu sendiri (ATM, Outlet, teknologi, Feature produk, dll). Mereka jauh lebih nyaman menempatkan dananya di bank-bank konvensional karena kemudahan akses yang diberikan. Kenapa bank syariah tidak menyempurnakan akses yang dimilikinya? Karena modal bank syariah masih sangat minim dengan laba yang terbatas. 

Ini menjadi lingkaran setan bagi bank syariah untuk beriktiar dapat melayani umatnya. Karenanya dari pada terus mencerca bank syariah, yuk kita nabung di bank syariah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><span class='eg-image' style='float:right; margin-left:10px; display:block; width:50px' ><img src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=308e05c9191cf2ef39e324ffdcba8e87&amp;size=50&amp;rating=G&amp;default=http%3A%2F%2Fwww.irmadevita.com%2Fimages%2Favatar.jpeg' width='50' height='50' alt='' /></span>Terima kasih buat masukannya mas Bagus,<br />
Bahwa margin syariah terkadang jauh lebih tinggi bunga dari bank konvensional memang terjadi di pasar (tidak semua bank loh). Tapi kalau kita mau sedikit peduli untuk mengetahui kenapa bank syariah melakukan strategi tersebut, maka seharusnya kita sebagai umat muslim ikut membantu perkembangan bank syariah.</p>
<p>Saat ini mayoritas bank syariah belumlah efisien. Bank-bank syariah dipenuhi oleh dana-dana mahal dari deposan-deposan dana pensiun, asuransi syariah dan institusi lain  yang menuntut memperoleh margin yang tinggi. Akibatnya margin pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah menjadi tinggi. Tapi walaupun tinggi jangan dikatakan sebagai riba. Karena halal atau haramnya sesuatu hal, dapat dijelaskan karena zatnya atau prosesnya. Paling tidak proses di bank syariah sudah halal. </p>
<p>Idealnya kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan oleh bank syariah diperoleh dari dana ritel murah yang diperoleh masyarakat dalam produk tabungan atau deposan tanpa margin khusus. Namun lagi-lagi masyarakat individu kurang tertarik menyimpan dananya di bank syariah karena sedikitnya akses dari bank syariah itu sendiri (ATM, Outlet, teknologi, Feature produk, dll). Mereka jauh lebih nyaman menempatkan dananya di bank-bank konvensional karena kemudahan akses yang diberikan. Kenapa bank syariah tidak menyempurnakan akses yang dimilikinya? Karena modal bank syariah masih sangat minim dengan laba yang terbatas. </p>
<p>Ini menjadi lingkaran setan bagi bank syariah untuk beriktiar dapat melayani umatnya. Karenanya dari pada terus mencerca bank syariah, yuk kita nabung di bank syariah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bagus</title>
		<link>http://irmadevita.com/2008/syariah-setengah-syariah-dan-tidak-syariah/comment-page-1#comment-8358</link>
		<dc:creator>bagus</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 18:52:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irmadevita.com/2008/07/03/syariah-setengah-syariah-dan-tidak-syariah/#comment-8358</guid>
		<description>untuk pembiayaan, margin syariah saat ini lebih berlipat ganda daripada &#039;riba&#039; jadi margin syariah lebih riba daripada &#039;riba&#039;, mohon bank syariah mentransformasi ini, jangan menjual nama syariah untuk keuntungan semata, nauzubillah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><span class='eg-image' style='float:right; margin-left:10px; display:block; width:50px' ><img src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=78c42729ed5f8b601f75b835db1807d9&amp;size=50&amp;rating=G&amp;default=http%3A%2F%2Fwww.irmadevita.com%2Fimages%2Favatar.jpeg' width='50' height='50' alt='' /></span>untuk pembiayaan, margin syariah saat ini lebih berlipat ganda daripada &#8216;riba&#8217; jadi margin syariah lebih riba daripada &#8216;riba&#8217;, mohon bank syariah mentransformasi ini, jangan menjual nama syariah untuk keuntungan semata, nauzubillah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

