Take a fresh look at your lifestyle.

Bolehkah Orang Asing Mendirikan Yayasan?

215

people_pleasant-on-phone.jpgPertanyaan ini sering timbul dalam praktek. Karena tentang pendirian yayasan oleh orang asing tersebut masih sangat jarang dalam prakteknya. Apakah dapat orang asing (WNA)  atau badan hukum asing mendirikan yayasan di Indonesia? Apakah dengan masuknya orang asing atau badan hukum asing dalam suatu yayasan, maka yayasan tersebut berubah menjadi yayasan asing seperti halnya PT PMA?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita kembali harus menelaah pasal 9 UU no. 16/2001 yang telah diubah dengan UU No. 28/2004 mengenai syarat pendirian yayasan. Dalam ayat 1 nya disebutkan bahwa pendiri yayasan adalah 1 orang atau lebih dengan memisahkan sebagaian harta kekayaan pendirinya sebagai kekayaan awal.  Karena sifatnya yang sosial, maka yayasan dapat didirikan hanya berdasarkan surat wasiat saja. Artinya jika seseorang meninggal, dan oleh ahli warisnya ditemukan adanya wasiat mengenai pendirian yayasan, maka dengan adanya surat wasiat tersebut, ahli warisnya dapat mendirikan yayasan atas nama almarhum sebagai pendirinya. Di Amerika serikat hal ini sering sekali terjadi. Misalnya yayasan rehabilitasi kanker yang didirikan oleh almarhum penderita kanker. dll.

Mengenai pendirian yayasan oleh orang asing, di sebutkan dalam pasal  9 ayat 5, yang intinya menyatakan bahwa yayasan dapat di dirikan oleh orang asing ataupun bersama dengan orang asing. Artinya orang asing tersebut dapat berperan sebagai satu-satunya pendiri, ataupun orang asing tersebut dapat bekerja sama dengan WNI untuk mendirikan suatu yayasan di Indonesia. Namun dalam ayat 5 tersebut disebutkan bahwa mengenai tata cara dan syarat pendirian yayasan oleh orang asing maupun bersama orang asing tersebut akan diatur dalam Peraturan Pemerintah lebih lanjut.

Filisofi dari diperbolehkannya orang asing sebagai pendiri yayasan  dari yayasan di Indonesia adalah karena sifat dari yayasan yang berfungsi sebagai organisasi sosial. Dimana para pendiri dari yayasan dilarang untuk menerima pembagian keuntungan atas yayasan yang didirikannya. Sehingga, walaupun orang asing tersebut bertindak selaku pendiri yayasan, orang tersebut tidak dapat mengambil keuntungan dari penghasilan yayasan.

Sayang sekali sampai sekarang saya belum menemukan Peraturan Pemerintah yang mengatur lebih lanjut mengenai yayasan. Jika ada pembaca yang dapat sharing mengenai aturan dimaksud, silahkan memberikan komentar ke blog ini. Namun secara prakteknya, syarat pendirian yayasan oleh orang asing dapat dan sudah beberapa kali dilakukan oleh para Notaris, dengan petunjuk dari Departemen Hukum dan HAM RI.

Bpk Winanto Wiryomartani, SH salah seorang Notaris senior yang senang berbagi pengalamannya menjelaskan mengenai pendirian yayasan oleh orang asing ini dalam Forum Upgrading yang diadakan oleh Ikatan Notaris Indonesia di Palembang pada tanggal 19 Juli 2008 yang lalu. Beliau menjelaskan bahwa pendirian yayasan oleh orang asing ini dapat dilakukan, syaratnya adalah:
1. Orang asing tersebut hanya bertindak sebagai pendiri, artinya tidak melakukan tindakan pengurusan. Jadi jika orang asing tersebut bertindak selaku pendiri, maka orang tersebut dapat memilih akan bertindak sebagai Pembina Yayasan, ataukah setelah mendirikan yayasan, orang tersebut langsung keluar dari yayasan yang didirikannya tersebut.
2. Orang asing tersebut harus memiliki Kartu Ijin tingal terbatas (KITAS) atau Kartu Ijin Tinggal Tetap (KITAP) di Indonesia. Yang artinya orang asing tersebut telah tinggal dalam jangka waktu yang cukup lama di Indonesia.

3. Organ pengurus dari yayasan yang didirikan oleh orang asing tersebut harus semuanya berstatus WNI.

Apakah diantara pembaca ada yang berpendapat lain? Jika di antara pembaca ada yang memiliki Peraturan Pelaksanaan mengenai pendirian yayasan oleh orang asing ini, silahkan untuk sharing di section comment.

(idp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.