BPHTB Waris Atas Tanah dan Bangunan

BPHTB Waris Atas Tanah dan Bangunan

by / 1 Comment / 18192 View / 16/08/2012

“Saya tidak terima… saya akan menuntut kantor pajak” demikian kata Bp. A dengan penuh emosi. “Ini tanah warisan dari orang tua saya. Saya tidak membeli tanah tersebut, kenapa saya harus dikenakan pajak sedemikian besarnya?”  Bp. A merasa gundah, karena setelah ibu kandungnya meninggal dunia dan mewariskan sebidang tanah yang sangat luas dan terletak di dalam kota, yang memiliki nilai sangat tinggi.  Bp. A yang bekerja sebagai wiraswasta kecil harus membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau yang lebih dikenal dengan istilah pajak waris, untuk nilai yang demikian besar. Bp. A bingung sekali darimana dia harus membayar pajak waris tersebut?

Apa itu sebenarnya BPHTB waris?  BPHTB waris adalah pengenaan pajak kepada para ahli waris, sehubungan dengan peralihan hak atas tanah dan bangunan dari pewaris kepada ahli warisnya. Rumus umum, perhitungan BPHTB waris atas tanah dan bangunan adalah sebagai berikut:

A, B, C, dan D adalah para ahli waris dari Pewaris (P). Mereka mewarisi sebidang tanah yang terletak di Manggarai – Jakarta seluas 300-M2. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tahun 2012 yang tercantum dalam surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Banngunan (SPPT PBB) adalah sebesar Rp. 800jt.  Nilai tidak kena pajak untuk wilayah DKI Jakarta adalah sebesar Rp.300jt.

Simulasi perhitungan BPHTB waris yang harus di bayar oleh para ahli waris adalah:

{ (NJOP  –  Rp.300jt)  x 5%}   x  50%

{ (Rp. 800jt – Rp. 300jt)  x 5%}  x  50%  = Rp. 12.500.000,–

Jadi BPHTB waris yang harus di bayar oleh para ahli waris adalah sebesar Rp. 12.500.000,–

Kapan BPTHB tersebut harus dibayar?

Pembayaran BPHTB waris tersebut seharusnya dibayar pada saat warisan terbuka atau dalam arti harafiahnya, pada saat terjadinya peralihan hak atas tanah dimaksud. Mengenai saat peralihan hak atas tanah ini, apabila kita mengacu pada hukum waris, maka saat beralihnya hak atas tanah tersebut adalah pada saat Pewaris meninggal dunia. Sehingga perhitungan pajaknya pun seharusnya menggunakan perhitungan pada tahun Pewaris tersebut meninggal dunia. Namun demikian, karena tidak seluruh hak atas tanah tersebut langsung dibalik nama, atau juga karena masyarakat banyak yang tidak mengerti bahwa dalam setiap pewarisan diharuskan membayarkan BPHTB waris,  maka biasanya pajak waris dibayarkan pada saat bersamaan dengan penjualan Tanah dan Bangunan tersebut kepada pihak lain, atau pada saat perpanjangan atau peningkatan status hak atas tanah dimaksud. Baru pada saat itulah ahli waris membayar BPHTB warisnya. Sebab, apabila BPHTB waris tersebut tidak dibayarkan terlebih dahulu, maka balik nama waris tidak bisa dilakukan.

(Bersambung ke: “BPHTB Waris atas Tanah yang sudah berakhir jangka waktu haknya“)

 

BACA ARTIKEL INI JUGA:

1.Cara perhitungan BPHTB Waris untuk peralihan hak atas tanah dan bangunan http://bit.ly/GWlvan

2.Ketentuan mengenai BPHTB Tanah yang sudah berakhir jangka waktu haknya http://bit.ly/GWkKOI

3. Ketentuan Pengurangan BPHTB Waris dan Hibah wasiat di DKI berdasar Pergub 112/2011 http://bit.ly/GGv2Ah

4. Perhitungan NJOP untuk Rumah Susun http://bit.ly/mT4rEE

5. Rancangan UU Rumah susun yang baru http://bit.ly/qunG1J

6. Surat Keterangan bebas Pajak penghasilan http://bit.ly/GF0KzX

7.Jual beli dan balik nama sertifikat http://bit.ly/ojvrBx

8. Sebelum beli rumah secara oper kredit, pelajari dulu untung ruginya http://bit.ly/A09l0x

9. Prosedur pembelian rumah lewat lelang http://bit.ly/qyviqy

10. Info Tentang Kantor Tata Usaha Verluis untuk tanah2 hak barat http://bit.ly/KEZM9j

One Comment

  1. Yth, Mbak Irma

    saya ingin menanyakan untuk pengertian dari kalimat ;
    “Pembayaran BPHTB waris tersebut seharusnya dibayar pada saat warisan terbuka atau dalam arti harafiahnya, pada saat terjadinya peralihan hak atas tanah dimaksud. Mengenai saat peralihan hak atas tanah ini, apabila kita mengacu pada hukum waris, maka saat beralihnya hak atas tanah tersebut adalah pada saat Pewaris meninggal dunia. Sehingga perhitungan pajaknya pun seharusnya menggunakan perhitungan pada tahun Pewaris tersebut meninggal dunia.”

    pertanyaan saya adalah :
    1. pewaris meninggal dunia pada tahun 2007 yang dimana artinya perolehan tanah turun kepada ahli warisnya, dan pada saat ini ahli waris hendak membayarkan BPHTB nya, untuk pembayaran dilakukan pada tahun ini (2011). apakah pembayaran BPHTB nya betul dihitung dari NJOP tahun ketika pewaris meninggal dunia ?

    2. dikarenakan kami akan membayar BPHTB saat ini (tahun 2011) dan melihat NJOP tiap tahun terus naik, maka kami memilih NJOP yang akan dibayarkan pada tahun pewaris meninggal dunia (2007), mungkin kami memerlukan kekuatan/penjelasan dari undang-undang yang mengatur bahwa permbayaran BPHTB tersebut diatas dapat kami bayarkan sesuai nilai NJOP pada saat pewaris meninggal dunia (tahun 2007)?

    3. terimakasih atas kesempatan saya untuk bertanya kepada Mbak Irma, dan kami mohon bantuannya untuk dapat menjawab pertanyaan yang kami ajukan. sekali lagi terima kasih banyak.

    Jawab:
    Yth Mas Zaky,

    Menurut pendapat saya, dalam konsep pewarisan, peralihan hak biasanya terjadi pada saat warisan terbuka. Namun khusus untuk kewajiban pembayaran BPHTB oleh para ahli waris, baru timbul setelah peralihan haknya di daftarkan ke Kantor Pertanahan. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU tentang BPHTB untuk waris mas. Jadi, kalau tidak langsung di daftarkan, maka perhitungan BPHTB nya mengikuti perhitungan pada saat tanah tersebut di daftarkan.
    Sukses selalu ya mas.

Your Commment

Email (will not be published)