Wakaf Tanah Produktif Untuk Jangka Waktu Tertentu

2 Comments / 3765 View / 19/09/2013

 

Pak Haji Dahlan sedang dikunjungi oleh sahabatnya, Pak Farid. Sambil melepas kangen karena sudah 15 tahun tidak bertemu, Pak Haji Dahlan mengajak Pak Farid mengunjungi kebun durian miliknya. “Wah bang Dahlan, luas juga ya lahan kebun durian ente”, ujar Pak Farid. “Alhamdulillah, hasil kebun duriannya melimpah terus, sebagian lahan ada yang udeh ane wakafin. Jadi sambil mencari rezeki ya beribadah juga”, kata Pak Dahlan.

“Wah salut deh, ane pengen juga wakaf tanah, tapi tanah ane kan ga sebanyak punyaabang.  Apalagi wakaf tanah itu kan buat selamanya ya?”, tanya Pak Farid.

Wah, ente salah lo Farid, kite bisa juga kok wakaf tanah jangka waktu tertentu. Seperti tanah ane ini, ane wakafkan 20 tahun untuk perkebunan durian ini. Hasilnya jualannya ya dipakai untuk membiayai sekolah gratis di samping kebun itu”, kata Pak Dahlan.  

Pembaca, memang di kalangan masyarakat kita, pengertian tanah wakaf seolah-olah hanya tempat ibadah atau makam, namun masih banyak lagi fungsi tanah wakaf dapat digunakan misalnya untuk kegiatan yang bersifat produktif, Misalnya: tempat pendidikan dari taman kanak-kanak, madrasah sampai universitas, pos kamling, poliklinik, rumah sakit, tempat olah raga seperti lapangan basket, lapangan volley sampai lapangan bola, jalan, tempat kost, toko, kebun, tambak dan sawah  dan lain sebagainya, yang penting hasilnya untuk kesejahteraan umum.

 Tanah, sebagai salah satu bagian dari harta benda wakaf dapat dimanfaatkan untuk selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya.Hal ini tercantum di dalam pasal 1 ayat 1 UU No 41 tahun 2004 tentang Wakaf telah mengatur bahwa wakaf dapat dimanfaatkan untuk jangka waktu tertentu. Wakaf dengan jangka waktu tertentu memberi peluang dan kesempatan bagi mereka yang ingin beramal.


Hak tanah apa saja yang dapat diwakafkan?

Menurut pasal 16 UU No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf menjelaskan bahwa tanah merupakan benda tidak bergerak yang dapat diwakafkan, seperti berikut:

Benda tidak bergerak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:

a)    hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik yang sudah maupun yang belum terdaftar;

b)    bangunan atau bagian bangunan yang berdiri di atas tanah

c)    tanaman dan benda lain yang berkaitan dengan tanah;

d)    hak milik atas satuan rumah susun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang.undangan yang berlaku;

e)    benda tidak bergerak lain sesuai dengan ketentuan syariah dan peraturan perundang.undangan yang berlaku.

 

Sedangkan hak atas tanah yang dapat di wakafkan menurut PP No. 42 tahun 2006  tentang pelaksanaan UU No. 41 tahun 2004 adalah sebagai berikut:

1.   Hak Milik atas tanah baik yang sudah atau belum terdaftar;

2.   HGB, HGU, atau Hak Pakai  di atas Tanah Negara;

3.   HGB atau Hak Pakai di atas HPL atau Hak Milik, yang diperoleh dari Instansi Pemerintah, Pemda,  BUMN, BUMD,  Pemerintah Desa wajib mendapat ijin tertulis pemegang HPL atau HM;

4.   HMSRS

 

Bagaimana mewakafkan hak atas tanah yang belum terdaftar/ di atas tanah Hak Penggunaan Lahan/ Hak Milik?

Dalam hal tanah belum terdaftar atas nama pemilik, atau yang ada baru berupa surat girik ataukah berupa akta Pelepasan Hak saja atau akta lain yang hanya berupa surat tanah adat lainnya, maka:

1)  Dalam hal ini Nazhir berwajiban mendaftarkan wakaf atas tanah dimaksud pada BPN melalui Kantor Pemerintah Kabupaten /Kota untuk memperoleh sertipikat tanah HGB, HGU atau Hak pakai atas tanah yang diwakafkan;

2)  Jika wakaf untuk selamanya, maka Nazhir mengurus pelepasan Hak Pengelolaan atau Hak Milik dari pemegang hak yang bersangkutan. Dalam hal Nazhir tidak berhasil memperoleh pelepasan Hak Pengelolaan Lahan (HPL), maka Wakaf atas tanah tersebut tetap berlaku sampai jangka waktu hak yang tertera dalam sertifikat HGB atau Hak Pakai yang berada di atas tanah HPL tersebut berakhir.

 

Apa peran Notaris di dalam wakaf tanah ini?

§  Notaris bertindak sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) dimungkinkan untuk membuat Akta Ikrar wakaf (AIW) baik benda tidak bergerak berupa tanah, bangunan dan tanaman, serta benda bergerak berupa uang maupun selain uang berdasarkan Pasal 37 ayat (4) PP Nomor 42 Tahun 2006;

§  Persyaratan Notaris sebagai PPAIW ditetapkan oleh Menteri Agama

 

Bagaimana tata cara  pendaftaran dan pengumuman harta benda wakaf itu?

 

§  Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW)/LKS-PWU atas nama Nazhir mendaftarkan  harta benda wakaf kepada  Instansi yang berwenang (BPN, BWI, Kantor Depag Setempat)  paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak Akta Ikrar Wakaf ditandatangani;

§  Melampirkan Sertipikat Tanah atau Sertipikat HM Sarusun atau Tanda bukti kepemilikan tanah lainnya;

§  Surat Pernyataan dari Wakif bahwa tanah tidak dalam sengketa, perkara, sitaan, dijaminkan yang diketahui oleh Kepala Kalurahan/Desa dan dikuatkan oleh Camat setempat;

§  Izin dari Pejabat yang berwenang dalam hal tanahnya berasal dari Instansi Pemerintah, Pemda, BUMN/D, Pemerintah Desa.

§  Izin  dari pejabat di Bidang Pertanahan apabila dalam Sertipikat Tanahnya dan SK Pemberian haknya diperlukan Izin pelepasan/peralihan;

§  Izin dari Pemegang HPL atau HM dalam hal HGB atau HP yg diwakafkan di atas tanah HPL atau HM.

Bagaimana mendaftarkan tanah yang diwakafkan dalam jangka waktu tertentu?

Menurut hukumpertanahansurveikadastral.blogspot.com, ada dua alternatif untuk tata laksana pendaftaran tanah yang diwakafkan dalam jangka waktu tertentu:
1. Membuat buku tanah tanah wakaf sementara dan sertipikatnya:
a. Membuat buku tanah wakaf dan sertipikat tanah wakaf dengan menambahkan kata-kata “sementara” pada blanko sertipikat dan buku tanah dan di paraf Kepala Kantor, memberikan catatan akta ikrar wakaf, nama PPAIW, Nazhir yang mengelola, jangka waktu wakaf dan peruntukannya sekaligus catatan bahwa “dengan berakhirnya jangka waktu wakaf maka catatan ini hapus demi hukum”.
Sertipikat tanah wakaf sementara ini diserahkan ke Nazhir dan Nazhir berkewajiban menyerahkan sertipikat tersebut ke Kantor Pertanahan bila jangka waktunya telah habis. Apabila wakif berkehendak memperpanjang maka diperlukan akta ikrar wakaf lagi, apabila wakaf diperpanjang sebelum jangka
waktunya habis, sertipikat tidak perlu diganti.

b. Mencatat adanya akta ikrar wakaf dengan nama PPAIW, peruntukan wakaf dan nama Nazhir dengan jangka waktu wakaf pada buku tanah hak atas tanah dan sertipikat hak atas tanahnya, dengan catatan bahwa “dengan berakhirnya jangka waktu wakaf maka catatan ini hapus demi hukum”. Sertipikat hak atas tanah tetap disimpan oleh pemilik tanah. 

2. Membuat Surat Keterangan Pendaftaran Tanah:
a. Mencatat akta ikrar wakaf dengan nama PPAIW, Nazhir, peruntukan wakaf dan berakhirnya jangka waktu wakaf pada buku tanah hak atas tanah dan sertipikat hak atas tanahnya, dengan catatan bahwa dengan berakhirnya jangka waktu wakaf maka wakaf hapus demi hukum.
b. Memberikan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) kepada Nazhir. 

“Nah, jadi gimana bro? Mau ikutan wakaf tanah?”, tanya Pak Haji Dahlan.  “Ente inget juga nih ame Q.S Al-Imran (3) : 92 yang menyampaikan bahwa:

“kamu tidak sekali-kali akan mencapai (hakikat) kebajikan dan kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu dermakan sebahagian apa yang kamu sayangi.  Dan sesuatu apa jua yang kamu dermakan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”. 

 

Siippp deh… Wah, thanks banget infonya, Insya Allah ane juga mau mewakafkan tanah ane deh bang. Kan sambil mencari rezeki juga bisa beribadah”, kata Pak Farid sambil tersenyum senang.

Referensi:

UU No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf

PP No. 42 tahun 2006  tentang pelaksanaan UU No. 41 tahun 2004

hukumpertanahansurveikadastral.blogspot.com
Pengembangan Tanah Wakaf” oleh Tjahjo Arianto

Sertifikasi Tanah Wakaf (www.tabloidhunianku.com)

 

2 Comment

  1. Wow…artikel yang bermanfaat mbak

    Salam kenal ya 🙂

    Jawab:
    terima kasih mbak Esti… Salam perkenalan juga yaa.. ^_^

  2. Nengokin model blogcamp ah hehehe… met malam mbak Irma

    Jawab:
    Selamat malam juga mas akbar ^_^ Terima kasih sudah berkunjung

Your Commment

Email (will not be published)