Take a fresh look at your lifestyle.

IZIN USAHA PMA – UNTUK PERTAMA KALINYA

2,052

flags.jpg
Jika dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai prosedur dan step by step proses pendirian PT. PMA, maka kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai Izin Usaha atau lebih dikenal dengan IUT PT PMA.
Jika suatu perusahaan telah berjalan selama lebih kurang 1 tahun dan telah memulai kegiatan usahanya, maka PT PMA tersebut dapat mengajukan permohonan pembuatan Izin Usaha Tetap (IUT). Izin Usaha Tetap ini merupakan Ijin yang diberikan kepada PT. PMA yang telah memiliki Izin Prinsip, untuk memulai kegiatan/produksi.

factoryIzin usaha tersebut hanya bisa diproses jika sebelumnya PT. PMA telah secara rutin membuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), yang disampaikan secara online setiap tri wulannya. Mengenai LKPM tersebut bisa di lihat di sini.

Sesudah memiliki Izin Prinsip, maka dan akan memulai usaha maka PT PMA tersebut harus punya Izin Usaha. Satu hal yang harus diperhatikan di sini adalah: dalam hal ternyata ijin usaha PT. PMA tersebut sudah habis, Izin usaha tidak bisa langsung diajukan, melainkan harus memperpanjang izin prinsip terlebih dulu.

Suatu PT. PMA dapat mengajukan Izin Usaha:
a. Untuk investasi dengan total nilai di atas Rp.10Milyar (diluar tanah dan bangunan) dimana :
– untuk industri : setiap subgolongan yang sama di 1 lokasi proyek dalam 1 kabupaten/kota.
– non industri: setiap subgolongan yang sama di 1 kabupaten/kota
b. untuk investasi yang nilainya kurang dari Rp.10Milyar, maka dapat mengajukan Izin Usaha tanpa memperhatikan ketentuan lokasi proyek tsb.

PPUntuk mendapatkan Izin Usaha tersebut, Direktur PT PMA atau kuasanya dapat mengajukan permohonan setelah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Mengisi form aplikasi II.
2. Melampirkan surat Izin Prinsip (yang masih berlaku)
3. Akta Pendirian Perusahaan dan persetujuannya dari Mentri Hukum dan HAM RI
4. Bukti legalitas lokasi proyek (keterangan domisili)
5. Surat ijin Tempat Usaha (SITU) atau ijin HO (ijin gangguan untuk usaha tertentu)
6. Bukti Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL)
7. Cek Lokasi untuk bisnis di sector perdagangan
8. Bukti penerimaan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM)
9. Rekomendasi dari kementrian/instansi terkait (untuk jenis usaha tertentu)
10. Tanda tangan dari Direksi Perusahaan dan stempel perusahaan atau surat otorisasi.

Sebagai penutup perlu kami tegaskan di sini bahwa semua PT PMA yang sudah terdaftar dan sudah di sahkan serta siap berproduksi/ beroperasi, wajib memiliki Izin Usaha. Izin Usaha ini setara dengan SIUP dan berlaku sepanjang perusahaan masih melakukan kegiatan usaha.

Semoga bermanfaat!

  • artikel diperbaharui pada tanggal 5 Maret 2016 –

Sumber artikel : www.bkpm.go.id

readmoreBaca juga: PENDIRIAN PT PENANAMAN MODAL ASING

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.