Take a fresh look at your lifestyle.

JALAN PANJANG MENJADI NOTARIS

7

Sejatinya Notaris memiliki kekuasaan luar biasa. Kekuasaan lahir dari kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Jabatan Notaris. Apapun perbuatan, perjanjian dan peristiwa hukum yang terjadi dalam masyarakat, asal tidak dikecualikan darinya, maka Notaris berwenang membuat aktanya. Patronnya jelas, tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, kesusilaan baik dan ketertiban umum. Akta autentik yang dihasilkan, menjadi alat bukti tertulis. Menjamin kepastian, ketertiban dan perlindungan hukum. Tidak ada satupun lembaga negara memiliki kewenangan sedemikian itu.

Notaris, satu-satunya jabatan di luar lembaga negara yang diizinkan untuk menggunakan lambang garuda pada setiap produk hukumnya. Lebih dari itu, dalam hal hubungan dengan negara asing, hanya dokumen pemerintah Indonesia dan dokumen Notaris yang diterima untuk digunakan di negara asing tersebut. Sebuah jabatan kepercayaan. Pertanggungjawabannya tidak hanya kepada masyarakat, tapi juga sampai ke langit, dihadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan kewenangan yang demikian itu, dibutuhkan kesiapan, kesungguhan, keseriusan dan kemampuan mumpuni untuk sampai pada diangkatnya seseorang menjadi Notaris. Pejabat umum yang amanah, kompeten dan profesional dibidangnya.

 

Setidaknya ada empat aturan yang mengatur syarat pengangkatan Notaris, yaitu:

1.   Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004  Tentang Jabatan Notaris

2.  Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2017 Tentang Ujian Pengangkatan Notaris

3.  Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 62 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 25 Tahun 2014 Tentang Syarat Dan Tata Cara Pengangkatan, Perpindahan, Pemberhentian Dan Perpanjangan Masa Jabatan Notaris

4.  Peraturan Perkumpulan Nomor 06/PERKUM/INI/2017 sebagaimana yang telah diubah dengan Peraturan Perkumpulan Nomor 10/PERKUM/INI/2018 tentang Magang.

 

Dari sekian peraturan tersebut, maka syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi Notaris adalah:

1.  Berwarga negara Indonesia. Dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP);

2.  Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dibuktikan dengan kolom agama pada KTP;

3.  Berumur paling sedikit 27 tahun. Dibuktikan dengan Akta Kelahiran;

4.  Sehat jasmani dan rohani. Dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter dan psikiater atau dokter spesialis kejiwaan;

5.  Berijazah sarjana hukum dan lulusan jenjang strata dua kenotariatan. Dibuktikan dengan ijazah yang telah dilegalisir;

6.  Mengikuti dan lulus ujian pendaftaran Anggota Luar Biasa (Pra-ALB). Dilaksanakan oleh pengurus wilayah Ikatan Notaris Indonesia (INI). Dibuktikan dengan surat tanda kelulusan;

7.  Mendaftar sebagai ALB. Dilakukan secara daring pada laman INI. Dibuktikan dengan bukti tanda terdaftar dan nomor ALB;

8.  Mengikuti dan lulus ujian pra magang. Dilaksanakan oleh INI. Dibuktikan dengan surat keterangan lulus;

9.  Mengisi Buku Laporan Harian Kegiatan Magang yang dikeluarkan oleh INI. Buku diparaf oleh Notaris penerima magang;

10. Menjalani magang atau nyata-nyata bekerja di kantor Notaris yang memiliki masa kerja paling singkat 5 tahun dan telah menerbitkan paling sedikit 100 akta. Magang atau bekerja dilakukan paling singkat 2 tahun, atas prakarsa sendiri atau atas rekomendasi dari INI, setelah lulus strata dua kenotariatan dan terdaftar menjadi ALB. Dibuktikan dengan surat keterangan magang;

11.  Mengikuti magang bersama yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah. Hanya dapat diikuti oleh ALB yang telah menjalani Magang di Kantor Notaris sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan;

12. Memiliki Surat/sertifikat Keterangan Magang Bersama;

13. Dalam program magang atau bekerja di kantor Notaris, telah berpartisipasi dan dicantumkan namanya paling sedikit dalam 20 akta. Dibuktikan dengan surat keterangan magang;

14. Memiliki sebanyak 30 poin, dari kegiatan seminar yang dilaksanakan oleh pengurus daerah (nilai 2 poin), pengurus wilayah (nilai 4 poin) atau pengurus pusat (nilai 6 poin) INI;

15. Lulus ujian Kode Etik yang diselenggarakan oleh INI. Dibuktikan dengan Sertipikat Kelulusan Ujian Kode Etik;

16. Lulus ujian pengangkatan Notaris yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM. Dibuktikan dengan Sertipikat/surat kelulusan;

17. Tidak berstatus sebagai pegawai negeri, pejabat negara, advokat, atau tidak sedang memangku jabatan lain yang oleh undang-undang dilarang untuk dirangkap oleh Notaris. Dibuktikan dengan surat pernyataan;

18. Tidak berstatus tersangka maupun terdakwa, dan tidak pernah di pidana penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih. Dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian;

 

Jika dibuat sedikit lebih ringkas, sebagaimana disampaikan oleh Irma Devita Purnamasari, maka alurnya sebagai berikut:

1.  Magister Kenotariatan

2. Ujian pendaftaran Anggota Luar Biasa (ujian pra-ALB)

3.  Anggota Luar Biasa

4.  Magang

– Magang di kantor Notaris selama 2 tahun

– Magang bersama yang diadakan oleh pengurus wilayah, minimal 4 semester. Diakhiri dengan ujian

5.  Surat Keterangan Magang  dan Surat Keterangan/sertipikat Magang Bersama

6.  Mengumpulkan 30 poin dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pengurus daerah, pengurus wilayah atau pengurus pusat INI

7.  Ujian kode etik Notaris

8.  Ujian pengangkatan Notaris

9.  Permohonan pengangkatan Notaris

10. Surat keputusan pengangkatan Notaris dari Kemenkumham

11.  Sumpah jabatan

12.  Notaris

 

Setidaknya ada empat ujian yang harus diikuti.

Selamat berjuang, kawan!

Tuhan memberkahi.

 

-elfira dwi yanti-

Leave A Reply

Your email address will not be published.