Take a fresh look at your lifestyle.

Budaya Copy-Paste Isi Blog dan Konsekwensi Hukumnya

10,045

web portal : Close up of human hand holding smart phoneBanyaknya media mainstream yang beredar membuat masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan informasi. Bahkan, blog saat ini seringkali dijadikan rujukan dalam sebuah berita. Seiring perkembangan teknologi, tak hanya blog ada banyak social media yang punya banyak fitur lengkap dan bisa kita gunakan sebagai media berekspresi. Baik lewat status, foto, atau juga music. Akhir-akhir ini sering saya lihat beberapa media mainstream terkadang membuat berita dengan mengangkat status ataupun tweet yang sedang menjadi trending topic saat itu. Terbukti bahwa media sosial sudah semakin berkembang dan banyak diminati oleh semua kalangan.

Bicara tentang blog, saat ini orientasinya bukan hanya sekedar menuliskan pengalaman pribadi saja. Sudah semakin pesat dan berkembang. Sudah banyak blog yang menghasilkan rupiah. Artinya si pemilik kadangkala memang menampilkan konten ataupun tulisan yang memang dibuat untuk memenuhi kontrak sebuah iklan. Biasanya seperti tulisan review beberapa produk ataupun acara. Kadangkala memang diganti dengan uang ataupun voucher produk. Semuanya itu adalah hak pemilik blog dan tentu saja sesuai perjanjian dengan advertiser.

contest winner : The word Contest on a huge outdoord billboard, sign or banner to advertise a raffle, drawing or lottery that promises big prizes, jackpot or payout to the winner Stock PhotoSelain menuliskan tentang review sebuah produk, pemilik blog kadangkala juga membuat sebuah tulisan yang diikutsertakan dalam sebuah lomba penulisan. Sekarang ini memang banyak sekali lomba penulisan yang membidik dunia blog. Entah dari skala kecil ataupun besar. Penyelenggaranya pun beragam, mulai dari perseorangan sampai pada sebuah perusahaan dan tak jarang pula instansi pemerintahan ikut serta menyelenggarakan kontes menulis. Hadiah yang ditawarkan pun menarik, mulai dari buku, voucher pulsa, gadget sampai uang tunai yang nominalnya sangat besar.

Seiring dengan perkembangan dunia internet dan semakin mudahnya akses, para pemilik blog butuh membekali diri dengan wacana HKI (Hak Kekayaan Intelektual). Tulisan, foto, gambar, desaign, music, video, database dan software yang ada di blog kita adalah kekayaan intelektual. Seperti kekayaan yang lain juga, hal yang satu ini juga butuh kita lindungi. Bukan bermaksud pelit sharing dan berbagi ilmu yang saya maksudkan disini, tapi lebih pada pemanfaatannya yang merugikan. Copy paste semakin mudah saat ini, bahkan terkadang dilakukan secara terang-terangan dan tanpa izin. Jika hanya sebatas share informasi dengan menyebutkan sumbernya, saya rasa itu hal yang wajar. Tapi kalau sudah menjiplak tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya (diaku sebagai tulisan sendiri) itu adalah hal yang merugikan.

Beberapa minggu ini saya temukan beberapa kasus pemilik blog yang tulisannya dijiplak untuk kepentingan yang berbeda. Kasus yang pertama, seorang pemilik blog menuliskan artikel untuk sebuah kontes penulisan dengan hadiah berupa uang tunai yang cukup besar. Tak berapa lama, pemilik blog ini menemukan tulisannya dijiplak oleh orang lain dan juga diikutkan di kontes tersebut. Beberapa kali pemilik mengkonfirmasikan pada panitia lomba bahwa tulisannya dijiplak oleh peserta lain. Tidak berapa lama diketahui blog yang membajak tulisan tersebut dihapus oleh pemiliknya.

angry face : woman working on a computer by night in a dark room with only light from computer falling on her face pulling her hair in frustrationUntuk kasus tersebut, tentu saja pemilik blog yang tulisannya dijiplak merasa sangat dirugikan. Apalagi tulisan yang dijiplak tersebut diikutsertakan dalam kontes yang sama. Dalam hal ini, setiap penyelenggara lomba tentu saja sudah mempersiapkan hal-hal yang tak terduga, seperti halnya masalah penjiplakan. Mengingat sekarang ini sudah banyak sekali kasus serupa. Biasanya dalam ketentuan dan persyaratan lomba ada beberapa poin yang menjelaskan tentang hal tersebut. Salah satu konsekuensinya adalah menggugurkannya sebagai peserta. Namun ini penting sebagai pembelajaran kita untuk mengingatkan penyelenggara lomba agar pelanggaran terhadap kekayaan intelektual atas apa yang ada dalam blog kita semakin berkurang. Penyelenggara juga bisa membuat ketentuan sesuai dengan hukum, jadi tidak sekedar menyelesaikan masalah hanya dengan mendiskualifikasi pelaku dari arena lomba.

Kasus kedua, seorang blogger yang merasa sangat dirugikan karena tulisannya dijiplak oleh sebuah fanpage media social tanpa menyertakan sumbernya. Jadi, seolah-olah fanpage tersebut yang membuat tulisan. Beberapa kali pemilik blog meminta klarifikasi pada admin tentang tulisannya yang dimuat di fanpage tersebut. Pemilik blog juga menyatakan tidak keberatan jika tulisannya ditayangkan disana, tapi dengan syarat mencantumkan url blognya sebagai sumber. Selang beberapa lama, postingan tersebut sudah dihapus oleh admin.

fanpage : Fan page concept in tag cloud of thumb up shape isolated on white backgroundDalam hal ini ada perbedaan kepentingan atas dua kasus di atas. Namun keduanya tentu saja dianggap sangat merugikan. Sekali lagi ini bukan masalah pelit berbagi. Namun ada banyak etika di dunia maya yang juga wajib kita patuhi. Seperti halnya meminta ijin atas penayangan konten orang lain dalam blog kita dan tentu saja dengan menyertakan sumbernya. Penghargaan atas karya bukan hanya sebatas materi saja, tapi juga sebentuk penghormatan immaterial.

Apakah kita wajib mendaftarkan blog ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (“Ditjen HKI”)? Untuk ini sudah dijelaskan pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (“UUHC”) melindungi secara otomatis –tanpa harus mendaftar ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (“Ditjen HKI”)– baik desain website maupun isi (konten) website, dari publikasi dan perbanyakanoleh pihak lain tanpa izin pemegang hak cipta. Perlindungan hak cipta diperoleh pencipta atau penerima hak, sepanjang desain dan konten website tersebut merupakan hasil karya yang original.

Beberapa ulasan mengenai hak cipta ada dalam artikel tanya jawab di Klinik hukum dari  hukumonline yang saya kutip ulang dari jawaban sahabat saya, Lucky Setiawati, S.H. dari globomark ini sebenarnya sudah pernah saya tuliskan dalam post berjudul elemen website yang dilindungi oleh hak cipta. Dalam artikel tersebut juga memuat tentang beberapa info tentang pendaftaran hak cipta.

Masalah copy paste ini tentu saja tidak terbatas hanya pada dua kasus di atas saja. Saya yakin banyak sekali kasus serupa di luar sana. Kasus di atas merupakan contoh yang beberapa minggu ini saya jumpai menimpa teman blogger. Hal ini mengingatkan bahwa masih rentannya perlindungan hukum tentang permasalahan ini. Selain itu, juga sebagai pengingat kepada penyelenggara lomba penulisan agar menciptakan sebuah ketentuan yang adil dan sesuai dengan payung hukum.

court of law : Golden scales of justice, gavel and books on brown background Stock PhotoCopy paste semakin meningkat dengan adanya kemudahan teknologi, karena itu hukum juga harus dipertegas. Sanksi yang diterapkan dalam hal ini juga tidak main-main, maksimal satu tahun penjara serta denda tak kurang dari 5 milyar rupiah!

Pembaca yang budiman, semoga kita bisa lebih bijak dalam memilih konten yang sesuai dengan blog kita. Jika memang ingin mengutip atau menampilkan gambar maupun tulisan orang lain, ada baiknya kita meminta ijin terlebih dahulu serta menyertakan sumbernya. Semoga ini bisa kita jadikan pembelajaran bersama.

Sumber:

1.      UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta

2.      Klinik Hukum – Hukum Online

3.      Lucky Setiawati, SH – www.globomark.com

Sumber Foto: www.123RF.com

3 Comments
  1. yuniarinukti says

    Bicara Copy-paste, saya pernah mengalaminya. Gak tanggung-tanggung tulisan yang dicopas adalah tulisan untuk kontes dengan penyelenggara sama! Sayangnya saya tak bisa berbuat apa-apa. Pengen sih berbuat tapi masalahnya, pelaku yang copas itu saya kenal baik di dunia perbloggingan! Karena teman itulah kemudian saya diamkan walau akhirnya tulisan itu gak masuk nominasi..

  2. JRENK says

    Terima kasih, saya semakin tercerahkan dan berhati-hati apabila mengutip artikel dari sumber lain.

  3. Beiva says

    Kak maaf saya mau menanyakan beberapa pertanyaan yang saya masih bingung sekali tolong dijawab yaa,pertanyannya.
    1. Apakah kita diperbolehkan mendownload gambar dari googleuntuk artikel kita?
    2. Apakah dengan menyebutkan asal sumber informasi atau foto nya kita tidak melakukan pelanggaran hak cippta?
    3. Apakah kita diperbolehkan membuat artikel dengan informasi yang didapatkan dari menyalin informasi dari buku yang kita punya?
    Maaf sebelumnya karena agak banyak pertanyaannya,tetapi memang sampai sekarang saya belum mendapakan jawabannya.Semoga dengan menanyakan hal ini kepada kakak/abang saya bisa mendapatkan jawaban dari oertanyaan-pertanyaan saya tadi. Terima kasih.

    jawab :

    1. Setau saya, ada kategori-kategori dimana kita bisa mengambil gambar dari media-media tertentu tanpa harus meminta izin, diantaranya adalah: kepentingan pendidikan, kepentingan penelitian, karya tulis ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik, tinjauan suatu masalah. Atau anda bisa juga mengambil gambar-gambar yang dapat digunakan secara gratis atau memiliki lisensi creative commons.
    2. Paling tidak dengan kita menyebutkan sumber dari foto tersebut, kita sudah mempunyai itikad baik untuk melakukan tindakan jujur dan mencoba untuk menghindarkan diri dari pelanggaran hak cipta. Lebih baik lagi kalau kita mau meminta izin kepada pemilik hak cipta untuk mencantumkan karyanya pada artikel yang kita buat.
    3. Tentu boleh saja, namun untuk menghindari plagiat dalam penulisan tersebut, harus kita buat dalam bentuk kutipan langsung yaitu didalam tanda petik buka tutup (“……….”) dan jangan lupa untuk menyebut sumbernya baik pada footnote maupun sumber artikel, dan sebaiknya dengan kutipan tulisan tersebut, kita juga menuangkan ide yang kita miliki sehingga menjadi tulisan karya kita sendiri.

    demikian semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.