Take a fresh look at your lifestyle.

Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Proses Hibah

38,575

Bagi masyarakat yang awam terhadap hukum, segala permasalahan tentang tanah dan kepemilikannya terasa rumit. Terbukti dari banyaknya kasus sengketa tanah yang semakin hari semakin banyak. Sebenarnya, kasus sengketa tanah baik ringan maupun berat bisa diselesaikan dengan baik dan sesuai prosedur, bila masing-masing pihak mengerti hukum dan mau menyelesaikannya sesuai hukum yang berlaku. Jika tidak, akan ada banyak pihak yang merasa dirugikan. Oleh karena itu, sebaiknya setiap proses peralihan tanah baik melalui jual beli, warisan, hibah, tukar menukar, dan lain sebagainya diselesaikan dengan prosedur hukum benar. Hal ini untuk menghidari timbulnya permasalahan di kemudian hari.

Sebagai contoh dalam kasus hibah berikut ini.

Tuan Muji memiliki tanah dan bangunan toko di atasnya, seluas 200 meter persegi. Letaknya di Jl. C. Simanjuntak nomor 20 Yogyakarta. Dikarenakan sudah terlalu tua dan tidak bisa mengurusi toko tersebut, Pak Muji menghibahkan tanah beserta toko di atasnya tersebut kepada Tuan Bambang selaku partner bisnisnya.

Dari kasus tersebut, bagaimana prosedur hibah yang benar serta proses peralihan tanahnya agar di kemudian hari tidak timbul permasalahan?

Unsur-unsur Penting dalam Hibah

Sebelum menjawab pertanyaan di atas mengenai peralihan tanah melalui proses hibah, perlu kita ketahui terlebih dahulu tentang pengertian hibah serta unsur-unsur apa saja yang ada dalam hibah.

Menurut pasal Pasal 1666 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, hibah adalah suatu persetujuan dimana si penghibah, pada waktu hidupnya dengan cuma-cuma dan tidak dapat ditarik kembali, menyerahkan suatu benda guna keperluan si penerima hibah.

Unsur-unsur dalam hibah antara lain:

  • Perjanjian dalam hibah adalah pemberian dengan cuma-cuma, artinya pemberian itu harus dengan sukarela tanpa pamrih.
  • Hibah tidak dapat ditarik kembali, artinya ketika pemberi hibah ingin menghibahkan benda yang menjadi hak miliknya, maka harus ada penerimaan secara sukarela dari penerima hibah. Selain itu, harta hibah ini juga tidak dapat ditarik atau dikembalikan. Jadi harus ada persetujuan di antara pemberi hibah dan penerima hibah.
  • Pemberian hibah harus dilakukan semasa hidup, jadi proses hibah harus terjadi saat pemilik harta hibah masih hidup.

Dalam proses peralihan atau pemindahan hak atas tanah karena hibah, pihak yang mengalihkan harus mempunyai hak dan kewenangan untuk memindahkan hak. Di mana pihak yang menerima hak juga harus memenuhi syarat sebagai pemegang hak atas tanah yang baru. Jadi jika dalam contoh kasus Tuan Muji dan Tuan Bambang memenuhi unsur-unsur di atas, maka proses hibah atas tanah dan bangunan toko tersebut dapat dilakukan.

Pembuatan Dokumen Akta Hibah

Sebagaimana peralihan hak atas tanah lainnya, proses hibah juga perlu disaksikan, didampingi, serta dibuat oleh dan di hadapan PPAT. Harus ada akta PPAT di dalam proses ini, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Syarat, prosedur, serta penyerahan dokumen yang wajib dilakukan oleh Tuan Mujidan Tuan Bambang dalam pembuat akta hibah di PPAT antara lain:

  1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya, di atas materai cukup;
  2. Fotokopi identitas pemohon/penerima hak (KTP, KK), serta kuasa apabila dikuasakan;
  3. Sertifikat asli dari tanah yang  dihibahkan;
  4. Akta hibah beserta pengantar dari PPAT;
  5. Ijin pemindahan hak, apabila dalam sertifikat/keputusannya dicantumkan tanda yang menyatakan bahwa hak tersebut hanya boleh dipindahtangankan jika telah diperoleh ijin dari instansi yang berwenang;
  6. Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan yang telah dicocokan dengan aslinya oleh petugas loket;
  7. Penyerahan bukti SSB (BPHTB) danbukti SSP/PPH untuk perolehan tanah lebih dari Rp 60 juta;
  8. Surat Pernyataan Tidak dalam Sengketa;
  9. Surat Penguasaan Fisik yang ditandatangani pemberi hibah dan dilegalisasi Notaris.

Jika semua hal di atas sudah terpenuhi, dan masing-masing pihak sudah memastikan bahwa tanah serta bangunan tidak dalam sengketa, maka akta hibah akan dibuatkan oleh pihak PPAT, dengan disaksikan oleh dua orang saksi.

Prosedur Peralihan Hak di Kantor Pertanahan

Setelah hibah resmi dilakukan serta telah ada akta hibah dan PPAT, maka Tuan Bambang sebagai penerima hibah harus mengurus proses peralihan tanah di Kantor Pertahanan, agar status dari tanah hibah tersebut menjadi hak miliknya. Jika semua syarat dan prosedur di atas telah selesai dilakukan, maka proses hibah dan peralihan tanah dinyatakan sah secara hukum. Dengan ini, kemungkinan sengketa yang akan terjadi  di kemudian hari dapat diminimalisir.

Referensi
1. Pasal 1666 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Perdata
2. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998

10 Comments
  1. Akey says

    Penerima hibah sudah meninggal dunia dan akan di buatkan SHM apakah bisa
    Seperti apa aturan atau prosedur nya
    Terima kasih

    jawab :

    Pertanyaan saya apakah akta hibah sudah dibuat? dan apakah penerima hibah mempunyai ahli waris? Kalau punya, jadi nanti berdasarkan akta hibah dan surat keterangan/pernyataan ahli waris, hibah yang berupa SHM tersebut akan dibaliknama ke atas nama ahli waris. Prosedurnya dibuatkan surat keterangan/pernyataan ahli waris terlebih dahulu sebagai dasar waris untuk nantinya SHM tersebut bisa dibaliknama ke atas nama ahli waris.

    demikian semoga dapat membantu.

  2. Suwaryanto says

    Kalau pemberi hibah hanya di tulis berdasar surat keterangan dan di saksikan oleh dua orang saksi serta tidak di buat di hadapan notaris/PPAT Sedangkan pemberi hibah sudah meninggal dunia, pemberi dan penerima hibah berhubungan waris bagaimana cara mengurus SHM masing masing pihak.? TKS.

    jawab :

    BPN hanya menerima akta untuk membuat permohonan balik nama misalnya akta hibah. Jadi kalau para ahli waris setuju dengan hibah tersebut, baiknya anda membuat permohonan ke pengadilan berdasarkan surat keterangan kematian, surat pernyataan ahli waris, dan surat-surat lain yang dibutuhkan untuk membuat surat penetapan sebagai dasar nantinya untuk membuat akta hibah ke notaris. Dan setelah surat penetapan pengadilan terbit, maka perima hibah bersama dengan saksi-saksi yang nanti mewakili pemberi hibah berdasarkan surat penetapan pengadilan serta persetujuan dari ahli waris yang lain menghadap kepada notaris yang anda kenal untuk membuat akta hibah sebagai dasar untuk membuat baliknama sertifikat.

    demikian semoga dapat membantu.

  3. andri suryadi says

    maaf min, kalo misalkan tanpa akta hibah gimana?? soalnya setahu saya, dulu warga dapat tanah hibah dari si pemilik tanpa ada ini itu, apa bisa hanya berdasarkan PBB?

    jawab :

    Pertanyaan saya pemilik yang memberi hibah itu apakah secara lisan atau tertulis pak? Ada saksinya kah? Jadi bukti apa yang bapak pegang selain PBB? Saran saya segera bapak buat surat pernyataan tidak sengketa, surat pernyataan penguasaan fisik (sporadik), dan surat keterangan riwayat tanah untuk dasar nantinya permohonan untuk pensertifikatan selain dati PBB yang bapak bayar setiap tahunnya.

    demikian semoga dapat membantu.

  4. Mukhlis says

    Bagaimana kalau orang tua belum membuatkan akte hibah dan meninggal dunia semementara ada 2 orang anak yang bersengketa anak A tidak memiliki dasar apa2 sementara anak B memiliki bukti pembayaran pajak atas nama si B

    jawab :

    Pertanyaan saya, apakah ada wasiat dari orang tua baik lisan ataupun tulisan? Memang harta warisan itu adalah hak dari para ahli waris, namun apabila sudah ada wasiat dan tidak dipermasalahkan oleh ahli waris yang lain, maka itu tidak mengapa. Namun apabila ada ahli waris yang merasa ia berhak atas warisan tersebut namun tidak memiliki bukti-bukti misalnya bukti kepemilikan, maka secara hukum boleh ia memperjuangkan hak-haknya di pengadilan. Namun saran saya, karena masih satu darah, maka lebih baik dimusyawarahkan terlebih dahulu.

    demikian semoga dapat membantu.

  5. Mariyani says

    Saya mau tanya nih saya dikasi rumah sm bos skrg lagi mau proses buat surat hibah nah setelah saya dpt surat hibahnya apakah lain waktu saya bisa jual rumah itu.terimakasih

    jawab :

    Tentu saja ibu bisa jual rumah tersebut, karena nantinya itu adalah hak ibu. Namun baiknya pengurusannya jangan hanya sampai kepada akta hibah, namun sekalian dilakukan proses baliknama sertifikat ke atas nama ibu. Karena apabila ibu mau menjual sertifikat tersebut, tapi belum baliknama, maka prosedurnya harus pemilik pertama atau yang tercantum di sertifikat yang melakukan transaksi jual beli dengan pihak pembeli.

    demikian semoga bermanfaat.

  6. zainal says

    min saya mau tanya, pembuatan surat hibah kpd istri dkrnakn tidk punya anak yg dsetujui ahli waris,, apakah bisa dggat kmbali oleh ahli waris itu sndiri??

    jawab :

    Pertanyaan saya, apakah suami istri tersebut membuat perjanjian kawin yang memperjanjikan masalah hibah harta benda? Karena kalau tidak ada, itu sudah menyalahi aturan hukum. Mengapa mendapat persetujuan ahli waris? Apakah harta tersebut adalah harta bawaan dari suami? Apakah suami tersebut akan atau sudah bercerai? Menurut saya, mungkin saja bisa terjadi gugatan oleh ahli waris mengenai hak warisnya, kecuali apabila suami hanya menghibahkan hak warisnya saja kepada istri.

    demikian.

  7. zainal says

    min saya mau tanya, pembuatan surat hibah kpd istri dkrnakn tidk punya anak yg dsetujui ahli waris,, apakah bisa dggat kmbali oleh ahli waris itu sndiri??

    jawab :

    Pertanyaan saya, apakah suami istri tersebut membuat perjanjian kawin yang memperjanjikan masalah hibah harta benda? Karena kalau tidak ada, itu sudah menyalahi aturan hukum. Mengapa mendapat persetujuan ahli waris? Apakah harta tersebut adalah harta bawaan dari suami? Apakah suami tersebut akan atau sudah bercerai? Menurut saya, mungkin saja bisa terjadi gugatan oleh ahli waris mengenai hak warisnya, kecuali apabila suami hanya menghibahkan hak warisnya saja kepada istri.

    demikian.

  8. Lee Jinyoung says

    Bagaimana jika seorang pemberi hibah (ayah) menghibahkan ruko kepada anaknya. Tetapi disaat proses hibah, pemberi hibah meninggal dunia dan akta hibah belum selesai dibuat oleh notaris A.

    Disaat yang sama istri dari alm. pemberi hibah (ibu) ingin menjual ruko tersebut (dengan persetujuan anaknya). Istri alm. pemberi hibah tersebut bersikeras agar saya melakukan ttd persetujuan akta jual beli dengan notaris A dan membayar lunas.

    Bagaimana prosedur yang seharusnya saya lakukan? Apakah tidak masalah jika saya membeli ruko tersebut padahal akta hibah belum jadi? Terimakasih

    jawab :

    Pertanyaan saya, tujuan istri almarhum untuk menjual ruko tersebut karena apa yah? Menurut saya tidak masalah pak, tindakan hibah tersebutkan belum terjadi, dan semua ahli waris mempunyai hak atas ruko tersebut. Kalau memang bapak ingin membeli ruko tersebut ya tidak ada masalah. Kalau memang ada surat keterangan hibah dibawah tangan dari almarhum, baiknya dibatalkan saja atau membuat surat keterangan penolakan. Tetapi, kalau memang bapak berkeras diri untuk melaksanakan hibah tersebut, tentunya bapak harus membuat surat penetapan pengadilan berdasarkan dari keterangan saksi-saksi. Setelah itu, pada saat bapak ingin membuat akta hibah, selain surat penetapan pengadilan dan saksi-saksi tadi, juga harus dengan persetujuan dari ahli waris yang lain.

    demikian semoga dapat membantu.

  9. Bubu says

    Mau tanya,, paman saya memberikan tanah beserta sertifikat kepada saya… Tapi saya tidak mau menimbulkan masalah dikemudian hari…Apa yang harus saya lakukan untuk menopang bahwa benar paman saya memberikan tanah itu kepada saya…. Terimakasih

    jawab :

    Pertanyaan saya, paman anda memberikan sertifikat tanah kepada anda atas dasar apa yah? Apakah warisan bagian orangtua anda atau hal lain?

    terima kasih.

  10. reza says

    assalaamualaikum,, maaf mau tanya
    Saya Punya surat hibah yg dibuat tahun 2010 atas nama ayah saya yang diberikan kakek saya (hanya ada surat hibah tidak ada sertifikat dll ) surat hibah tsb ditandatangai kakek (pihak1) ayah saya (pihak 2) dan saudara2 kandung ayah saya RT RW dan Lurah,,,,,. sampai tahun 2020 masih belum diurus menjadi sertifikat

    ayah saya (meninggal tahun 2011) dan kakek (meninggal tahun 2017)
    PERTANYAANNYA….bagai,mana cara dan alurnya agar surat hibah tersebut menjadi setifikat tanah atas nama saya ya ….. makasih sebelumnya

    jawab :

    waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh

    Pertanyaan saya, dari orang-orang yang hadir dan menandatangani surat tersebut. apakah ada yang masih hidup? Karena untuk menguatkan hal tersebut, harus dibuatkan penetapan pengadilan atas surat hibah tersebut, mengingat pemberi hibah dan penerima telah meninggal dunia. Kalau permohonan penetapan pengadilan disetujui oleh pengadilan, maka bapak bisa untuk membuatkan akta hibah di Notaris. Pembuatan akta hibah tersebut juga harus disetujui oleh para ahli waris yaitu saudara-saudara almarhum ayah bapak, apakah masih hidup? Kalau sudah meninggal bisa digantikan oleh ahli warisnya. Barulah setelah akta hibah tersebut, bisa dimohonkan untuk permohonan pensertifikatan atas nama bapak. Atau bisa juga dibuatkan permohonan pensertifikatan atas nama ahli waris dari almarhum kakek bapak. Setelah sertifikat terbit, baru dihibahkan kepada bapak dengan persetujuan saudara-saudara almarhum bapaknya bapak, namun dengan catatan surat hibah awal dianggap tidak pernah ada atau dibatalkan.

    demikian semoga dapat membantu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.