Take a fresh look at your lifestyle.

Prosedur Penggabungan Bidang Tanah

404

Beberapa orang seringkali membeli beberapa bidang tanah yang berdekatan kemudian ingin menjadikannya satu bidang tanah di dalam satu sertifikat tanah. Tentunya dalam proses penggabungan sertifikat tanah tersebut terdapat tata cara dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohonnya. Berikut adalah satu contoh kasus yang sering terjadi.

Pada awalnya Tuan A memiliki sebidang tanah yang telah bersertifikat seluas 100 m2, dengan  sebuah bangunan yang berdiri di atasnya. Seiring berjalannya waktu, dikarenakan semua usaha yang Tuan A jalani mencapai titik tertinggi, Tuan A menginginkan untuk melakukan penambahan luas atas bidang tanah tersebut. Akhirnya Tuan A membeli sebidang tanah di sebelah kiri dan kanan lahannya untuk melakukan penambahan luas sebesar 150 m2, sehingga luas keseluruhan tanahnya menjadi 250 m2.  Kondisi saat ini ialah pada tanah tambahan untuk perluasan pada sebelah kanan dan kiri juga telah berdiri bangunan.

Dari kasus tersebut langkah apa saja yang harus Tuan A siapkan dan lakukan untuk menerbitkan sertifikat baru?

Perubahan Data pada Sertipikat

Dikarenakan tanah Tuan A dengan luas 100m2 telah bersertifikat, maka perubahan luasan atas tanah tersebut dinamakan dengan perubahan data fisik tanah. Ini telah dijabarkan di dalam penjelasan Pasal 36 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (PP No. 24/1997), bahwa perubahan data fisik terjadi jika diadakan pemisahan, pemecahan, atau penggabungan bidang – bidang tanah yang sudah didaftar, sedangkan perubahan data yuridis terjadi apabila diadakan pembebanan atau pemindahan hak atas bidang tanah yang sudah didaftar. Data fisik itu sendiri ialah keterangan mengenai letak, batas dan luas bidang tanah serta satuan rumah susun yang didaftar, termasuk keterangan mengenai adanya bangunan atau bagian bangunan di atasnya. Sedangkan data yuridis ialah keterangan mengenai status hukum bidang tanah dan satuan rumah susun yang didaftar, pemegang haknya dan hak pihak lain serta beban-beban lain yang membebaninya.

Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah

Adanya perubahan luasan pada tanah, baik bertambah maupun berkurang, maka wajib dilakukan pemeliharaan data pendaftaran tanah. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 36 ayat 1 PP No. 24/1997 yang menjelaskan bahwa apabila terjadi perubahan pada data fisik atau yuridis obyek pendaftaran tanah yang telah terdaftar, maka dilakukan pemeliharaan data pendaftaran tanah.  Selanjutnya berdasarkan ketentuan Pasal 36 ayat 2 PP No. 24/1997 pemeliharaan data pendaftaran tanah adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk menyesuaikan data fisik dan data yuridis dalam peta pendaftaran, daftar tanah, daftar nama, surat ukur, buku tanah dan sertifikat dengan perubahan – perubahan yang terjadi kemudian. Dalam proses pemeliharan data pendaftaran tanah, pemegang hak yang bersangkutan wajib mendaftarkan perubahan tersebut kepada Kantor Pertanahan.[

Penggabungan Tanah

Dalam kasus Tuan A tersebut jelas terjadi bahwa adanya penambahan luas tanah Tuan A karena adanya proses jual – beli tanah. Oleh karena itu, Tuan A menginginkan adanya penggabungan sertifikat atas bidang – bidang tanah tersebut. Berdasarkan ketentuan Pasal 50 ayat 1 PP No. 24/1997, tanah yang digabungkan menjadi satu sertifikat ini letaknya harus berbatasan atau bersebelahan. Juga harus terdaftar dengan nama pemilik yang sama, serta mempunyai hak yang sama dan memliki sisa jangka waktu yang sama. Selanjutnya berdasarkan ketentuan Pasal 50 ayat 2 PP No. 24/1997 dalam proses penggabungan tanah akan dibuatkan surat ukur, buku tanah, dan sertifikat baru yang akan menghapus surat ukur, buku tanah, dan sertifikat yang sebelumnya sudah ada. Terhadap penggabungan tanah berlaku ketentuan apabila hak atas tanah yang bersangkutan dibebani hak tanggungan, dan atau beban – beban lain yang terdaftar, penggabungan tanah baru boleh dilaksanakan setelah diproses persetujuan tertulis dari pemegang hak tanggungan, atau telah disetujuinya penghapusan oleh pihak lain yang berwenang.[

Syarat  Permohonan Penggabungan Tanah

Dalam melakukan proses permohonan penggabungan tanah tersebut terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Tuan A, ketika akan menggabungkan sebidang tanah yang baru dibeli dengan tanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Persyaratan permohonan penggabungan tanah yang diperlukan ialah sebagai berikut :

  1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup;
  2. Surat kuasa apabila dikuasakan;
  3. Fotokopi identitas pemohon (Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga) yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket;
  4. Sertifikat asli.

Selanjutnya, formulir permohonan sendiri memuat:

  1. Identitas diri;
  2. Luas, letak, dan penggunaan tanah yang dimohon;
  3. Pernyataan tanah tidak dalam sengketa;
  4. Pernyataan tanah dikuasai secara fisik;
  5. Alasan penggabungan.

Apabila berkas tersebut telah lengkap dan telah diajukan, berapa lamakah waktu dalam prosesnya? Perlu diketahui bahwa proses penggabungan sertifikat ini akan menghabiskan waktu 15 hari untuk proses penggabungan hingga 5 bidang tanah. Jika penggabungan yang diajukan melebihi dari 5 bidang tanah, maka prosesnya pun akan menyesuaikan kembali.

Diperlukan pengukuran oleh Kantor Pertanahan apabila :

  1. Sertifikat belum dilengkapi gambar situasi;
  2. Terjadi perubahan tanda batas.

Oleh karena itu, untuk melakukan pemeliharaan data pendaftaran tanah akibat adanya perubahan data fisik dikarenakan proses penggabungan, maka pemegang hak atas tanah tersebut harus mengajukan permohonan perubahan data kepada Kantor Pertanahan setempat.


Leave A Reply

Your email address will not be published.