Take a fresh look at your lifestyle.

Permasalahan dalam Financial Technology Peer to Peer Lending (P2P Lending)

667

P2P Lending adalah salah satu kegiatan atau sistem pada perusahaan FinTech (Financial Technology), yang mempertemukan secara langsung pemilik dana (investor/lender) dengan peminjam dana (borrower). Caranya adalah dengan membuat platform online yang menyediakan fasilitas bagi pemilik dana, untuk memberikan pinjaman secara langsung kepada kreditur dengan return (pengembalian) yang lebih tinggi. Akan tetapi peminjam dana juga akan diuntungkan, karena dapat mengajukan kredit dengan syarat dan proses yang lebih mudah cepat, serta tanpa agunan, bila dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional lain, seperti bank.

FinTech P2P Lending memangsangat mudah diakses, namun juga memiliki kelemahan, salah satunya adalah bunga yang tinggi. Tentunya hal tersebut dapat berpotensi menyebabkan gagal bayar bagi peminjam. Padahal dengan bunga yang rendah, peminjam menjadi tidak kesulitan membayar kembali pinjaman mereka secara tepat waktu, dan terhindar dari gagal bayar. Risiko bagi pemberi pinjaman pun dapat diminimalisir.

Layanan P2P Lending tentu akan memberikan akses bagi konsumen yang tidak bisa melakukan pinjaman melalui lembaga keuangan seperti Bank. Di mana terjadi penetapan bunga yang tinggi demi menghindari hilangnya uang yang telah diberikan oleh pemodal (investor). Padahal, suku bunga yang tinggi dapat menyebabkan tingginya kemungkinan gagal bayar (default) dari peminjam.

Dalam kegiatan pendanaan ini, pemberi dana juga memiliki risiko kehilangan seluruh pendanaan atau sebagian atas perbuatan wanprestasi (ingkar janji) debitur sehingga menyebabkangagal bayar. Penerima dana pada dasarnya tidak memberikan jaminan kredit yang dikuasai oleh pemberi dana, maupun penyelenggara FinTech. Investor perlu menyadari sejak awal bahwa risiko gagal bayar ini akan sepenuhnya ditanggung oleh investor tersebut. Pengelola P2P Lending tidak mengalami kerugian jika hutang menunggak. Apabila terjadi penunggakan hutang dari borrower, maka investor harus siap menerima risiko kehilangan dana mereka. Pengaturan mengenai P2P Lending dalam POJK Nomor 77-POJK.01-2016 juga tidak mengatur adanya jaminan kredit dalam perjanjian pinjam meminjam.Terlebih lagi, jaminan kredit tersebut seharusnya bisa menjadi solusi atas pengurangan risiko gagal bayar oleh peminjam dana.

Baca Juga; Aspek Hukum Pemberian Kredit Online oleh FinTech Lending

Dari sisi peminjam dana (borrower), ada kemungkinan bahwa jumlah pinjaman yang diajukan tidak terpenuhi secara keseluruhan. Persetujuan pemberian pinjaman, serta besaran pinjaman yang akan diterima dari P2P Lending bergantung sepenuhnya pada pihak pemberi pinjaman. Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa pinjaman yang diajukan  tidak bisa terpenuhi dalam jumlah seluruhnya. Kemungkinan lainnya, dana yang didapat tidak sesuai dengan jumlah dana yang diminta sejak awal. Berbeda dengan pengajuan pinjaman di bank, yang memungkinkan peminjam untuk mendapatkan pinjaman sesuai dengan permintaan awal.

Sebagai regulator, OJK tidak akan bertanggung jawab jika ada perusahaan FinTech P2P Lending yang bermasalah dan bangkrut. OJK hanya bertugas mengawasi lembaga keuangan, sementara perusahaan FinTech P2P hanya merupakan perusahaan teknologi, bukan lembaga keuangan. Hal ini akan berdampak pada kurangnya perlindungan konsumendari regulator. Jika terjadi sengketa antara investor dengan pengelola P2P Lending, maka kedua belah pihak harus melakukan penyelesaian tanpa campur tangan regulator.

Agar terhindar dari jeratan pinjaman online, maka ada beberapa tips yang dapat dilakukan. Pertama, Anda harus menentuka batas pinjaman. Kedua, Pilih perusahaan penyelenggara yang sesuai dengan visi misi Anda. Tidak hanya dari jangka waktu pinjaman, namun juga besaran bunga yang diberikan. Ketiga, Sebelum menandatangani perjanjian untuk pinjaman dana, Anda harus benar-benar memahami syarat dan ketentuan dari peminjaaman tersebut, sehingga Anda dapat mengukur kemampuan untuk mengembalikan dana tersebut.

Sumber:

Leave A Reply

Your email address will not be published.